Di bulan seperti sekarang ini (rabiul awwal) kata-kata 'maulid' akan banyak kita dengarkan disebut oleh orang-orang atau bahkan kita baca di Koran-koran. Itu karena banyak dari kaum muslimin, dengan alasan yang beragam tentunya, ramai merayakannya. Satu hal yang sama yang selalu dilontarkan oleh orang-orang, sebagai dasar perayaan ini adalah sebagai bentuk cinta kepada beliau Rasulullah Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam.
Salah satu argumentasi andalan kaum Syi'ah ketika terdesak dalam perdebatan adalah, “Kalau memang Syiah dianggap sesat dan bukan bagian dari Islam, mengapa Pemerintah Saudi masih memperbolehkan kaum Syiah menunaikan Haji ke Tanah Suci?”
Kasus Sampang Madura itu mulai membuka mata banyak orang, bahwa ada masalah serius dalam soal hubungan antara orang-orang Muslim Sunni dan kelompok Syiah di Indonesia. Sebelumnya, berbagai kasus serupa – dalam skala kecil – sudah terjadi di berbagai tempat. Benih-benih konflik itu seperti sudah menyebar
Saat ini, di tengah-tengah masyarakat sedang marak berbagai aktivitas yang mengatasnamakan cinta Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Banyak di antara mereka yang mengadakan acara ritual keagamaan sebagai manifestasi rasa cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut
Setiap muslim pasti bersaksi, mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah, tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang benar dari makna syahadat Muhammad Rasulullah, dan juga tidak semua muslim memahami tuntutan dan konsekuensi dari syahadat tersebut
Dalam syariat Islam, riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba
Apabila suara adzan masuk ke dalam hati orang yang benar-benar beriman, spontan hatinya akan gemetar dan takut, terbayang segala ke Maha Besaran dan ke Maha Kuasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala
Sesungguhnya Tauhid yang murni dan bersih adalah inti ajaran dari semua risalah samawiyah yang diturunkan Allah Ta’ala. Ia adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam.
Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat khairu ummah. seandainya umat ini tak mau berdakwah, maka akan mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan
Rekaman Khutbah Jum’at. Judul: "Inilah Bukti Cinta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam". Oleh Ustadz Lukman Hakim, Lc. di Masjid Nurul Hikmah Adhiyaksa Baru Makassar
Rekaman Pengajian. Judul: Para Penjaga Agama Allah. Oleh Ustadz Ahmad Hanafi, Lc. MA. di Masjid Wihdatul Ummah Makassar
Rekaman Khutbah Jum’at. Judul: Memanfaatkan Umur yang Singkat Oleh Ustadz Saifullah Anshar, Lc. di Masjid Nurul Wihdatul Ummah Makassar
Rekaman Khutbah Jum'at Judul: Bersiap Menyambut Bulan Ramadhan Oleh Ustadz Fadlan Akbar, Lc. di Masjid Nurul Hikmah Adhiyaksa Baru Makassar
Keutamaan Bulan Sya'ban dan Amalan Bid'ah di dalamnya Oleh: Ustadz Muhammad Yusran Anshar, Lc. Di Masjid Wihdatul Ummah, Makassar
Rekaman Khutbah Jum'at Judul: Berbekal dengan Ketakwaan Oleh Ustadz Bahrun Nida, Lc. di Masjid Wihdatul Ummah, Makassar
Berenang tidak membatalkan puasa kecuali jika sengaja meminum/menelan air saat berenang.Adapun air yang masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit atau tertelan tanpa sengaja,tidak membatalkan puasa
Dari al akh Akbar Indrajaya di Jl. Pettarani 3 no.19/b, Makassar. Pertanyaan: Assalamu ‘alaykum. Afwan
Pertanyaan dari Abu Abdillah, Sulawesi Selatan Pertanyaan: Assalamu alaikum ustadz mohon penjelasan tentang sujud sahwi.
Dari Saudara Anugerah Budianto Jl. Sultan Alauddin Makassar Pertanyaan: Bismillah, ustadz ana mau tanya apa
Dari saudara Sony Arwan di Makassar Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustadz saya ingin bertanya,
Dari saudara Anugrah Budianto di Jl. Sultan Alauddin Makassar Pertanyaan: Bismillahirrahmanirrahim, assalamu ‘alaikum ustadz. Saya
Muhammad bin Ali adalah salah satu dari dua belas imam yang diagungkan oleh kaum Syiah Imamiyah. Merekalah yang menyandingkan beliau dengan kema’suman (senantiasa terlindungi dari dosa). Sesungguhnya tidak ada kema’suman kecuali bagi malaikat dan Nabi-Nya
Di Zaman pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ketika dia menjadi khalifah, pemimpin kaum muslimin, dia pernah mengangkat seorang gubernur bernama Sa’id Ibnu Amir di sebuah kota yang bernama Hims.
Suatu ketika beliau ditanya oleh seorang alim: "Berapa hadits yang sudah kau tulis hari ini? Bukhari kecil menjawab, "Dua." Orang-orang yang ada di sekitarnya mentertawakannya. Alim itu pun berkata, "Kalian jangan mentertawakannya, boleh jadi suatu hari kalian akan ditertawakannya."
dengan suara laksana angin kencang ia berseru kepada para pembunuhnya: "Demi Allah tak sudi aku bersama anak isteriku selamat menikmati kesenangan dunia, sedang Rasulullah kena musibah walau oleh sepotong duri...!"
wanita itu berkata : "Aku memanggilmu tidak untuk membeli daganganmu tetapi aku memanggilmu karena kecintaanku kepadamu. Dan dirumah ini sekarang kosong. "
Pada suatu ketika, saat ia berkunjung ke kota suci itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memulai dakwahnya., Orang-orang Quraisy takut kalau-kalau Thufeil menemuinya dan masuk Islam, lalau menggunakan bakatnya sebagai penyair itu membela Islam
Di sini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan kebaikan kepada keluarga -yakni istri- sebagai standar kebaikan seseorang. Hal itu diperjelas di dalam hadits "Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya." (Hasan Shahih)
Islam kemudian datang mengangkat derajat wanita dan menempatkannya di sisi lelaki secara proporsional. Bahkan pada kondisi tertentu wanita mendapat kemuliaan yang lebih daripada pria. Seperti pemulian anak terhadap seorang Ibu lebih tinggi tiga derajat daripada Bapak
Sebahagian suami terkadang lupa akan pentingnya dialog pendek yang romantis dengan Istrinya. Mereka berasumsi bahwa dialog dengan istri itu harus panjang, intens, dan memerlukan persiapan forum yang kondusif, suasana yang mendukung, dan momentum yang tepat
Itu adalah seruan agar setiap istri mau bekerja keras untuk membuat rumah tangganya jauh dari apa yang melelahkan suaminya; melelahkan tubuhnya dan melelahkan jiwanya.
Fitnah itu bisa muncul dan menimbulkan semacam korsleting di hati seorang lelaki meski hanya melalui pandangan, padahal si wanita tak berbuat apa-apa bahkan mungkin tidak menyadarinya
Ini adalah pelajaran berharga bagi setiap wanita agar selalu bersikap adil dan obyektif kepada wanita lain, kendati di antara mereka berdua terjadi perseteruan yang tajam
orang yang mencela waktu dengan keyakinan bahwa waktu itu yang membolak-balik/menjadikan urusan baik atau buruk. Maka hal ini termasuk syirik besar karena ia berkeyakinan bahwa ada pencipta selain Allah
terdapat hadits marfu' (yang di-rafa'-kan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) berkaitan dengan shalat Tasbih dan dihasankan oleh sebagian Ahlul 'ilm, akan tetapi banyak diantara para ulama yang men-dho'if-kan (melemahkan) hadits tersebut
Kaidah dalam Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah bahwa kesaksian bahwa seseorang itu akan masuk surga atau nereka merupakan perkara akidah, yang harus didasarkan kepada dalil-dalil kitab maupun sunnah, tidak boleh hanya berdasarkan akal saja
Apakah masalah-masalah yang boleh terjadi perbedaan pendapat? Dan apa permasalahan yang harus kita jauhi perselisihan di dalamnya?
Syaikh Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya, “Bagaimana hukumnya wanita memandang laki-laki melalui layar televisi atau dengan pandangan biasa di jalanan
Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” –Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-
Sambutan Ketua Umum WI, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. pada Pembukaan Pekan Donor Darah Nasional di Masjid Darul Hikmah. Hari Ahad, 24 Dzulhijjah 1432 H (20/11/2011)
Tabligh Akbar: Pengorbanan untuk Kejayaan, oleh Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA. di Masjid Darul Hikmah DPP Wahdah Islamiyah. Pada Hari Ahad, 24 Dzulhijjah 1432 H (20/11/2011)
Pengajian Umum: Belajar dari Dua Umar (part 2) Oleh Ustadz Akrama Hatta, Lc. Pada Hari Ahad, 25 Dzulqaidah 1432/ 23 Oktober 2011, di Masjid Wihdatul Ummah. Dilaksanakan oleh Departemen Dakwah dan Pendidikan DPC Wahdah Islamiyah Makassar
Pengajian Umum: Belajar dari Dua Umar (part 1) Oleh Ustadz Akrama Hatta, Lc. Pada Hari Ahad, 25 Dzulqaidah 1432/ 23 Oktober 2011, di Masjid Wihdatul Ummah. Dilaksanakan oleh Departemen Dakwah dan Pendidikan DPC Wahdah Islamiyah Makassar.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA. dalam acara Tabligh Akbar: “Persatuan Islam”. Merupakan rangkaian acara ‘Wahdah Days”, yang dilaksanakan oleh DPC Wahdah Islamiyah Yogyakarta pada hari Ahad 18 April 2010 Masjid Jogokaryan Jl.Jogokaryan No.36 Kota Yogyakarta
Komentar