Copy paste kode di bawah ini:
Lihat info selengkapnya di sini
Selama ini kita mengetahui Jalaluddin Rakhmat sebagai salah satu tokoh penyebar ajaran Syiah di Indonesia sudah bergelar “Professor” sebagaimana yang kita kenal selama ini dari yang kita baca dan lihat di media massa, di antaranya
Meski kaum Syi'ah telah karatan dengan kutukan dan celaannya pada para Sahabat Nabi, berikut kaum yang mencintai dan membela mereka (ahlu sunnah), tapi tetap saja mereka mampu meraih simpati kaum Ahlu Sunnah sehingga kadang kaum Ahlu Sunnah sendiri justru menjadi duri dalam daging
Andaikata Sayyidah Fathimah radhiyallahu ’anha mencuri, niscaya ayahnya yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang akan memotong tangannya. Apakah pemotongan itu paradoks (bertentangan) dengan rasa belas kasih?! Justru itulah belas kasih yang sejati
Roda api terus bergulir di Timur Tengah, mulai dari perang Teluk hingga di Libanon, kemudian disusul di Afghanistan, kemudian Irak, Palestina, Mesir, Libya, Yaman dan saat ini di Suriah. Akar permasalahannya tidak lain akibat dari perseturuan yang begitu panjang antara Syi'ah terhadap Sunni. Oleh karenanya, umat islam khususnya di Indonesia harus selalu waspada jika tidak ingin menjadi korban Syi'ah selanjutnya
Seiring pesatnya kemajuan iptek dan derasnya arus informasi yang melanda umat manusia dewasa ini, justru dari satu sisi menimbulkan dampak negatif berupa kerusakan-kerusakan tata nilai kehidupan serta kian meningkatnya kriminalitas. Inikah modernisasi yang kita idam-idamkan? Inikah globali-sasi yang kita perjuangkan
Rekaman Khutbah Jum’at Oleh Ustadz Fadhlan Akbar, Lc. di Masjid Wihdatul Ummah Makassar
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berbunyi: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”
Ilmu, telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu, bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa, hingga hampir menjadi kesepakatan setiap jawara bangsa, bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya
Rekaman Khutbah Jumat Sang Penakluk Konstantinopel Muhammad Al Fatih Oleh Ustadz Ihzan Zainuddin, Lc di
Rekaman Kajian Kitab A Lu’lu Wal Marjan “Tentang Penduduk neraka yang paling terakhir keluar dari
Rekaman Khutbah Jum’at Oleh Ustadz Fadhlan Akbar, Lc. di Masjid Wihdatul Ummah Makassar
Rekaman Kajian Umum "Mengungkap Kebohongan Syiah" Oleh Ustadz Said Abdul Samad, Lc. di Masjid Wihdatul Ummah Makassar
Assalamu 'alaikum, bagaimana hukumnya qunut diwaktu shalat witir? Syukran
Zakat profesi bukan jenis zakat yang khusus, namun termasuk dalam jenis zakat uang, sehingga cara pembayarannya pun harus disesuaikan dengan zakat uang
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu 1. Ustadz, bolehkan dalam sujud shalat wajib atau sunnah kita berdoa minta sesuatu yang khusus pada Allah dengan menggunakan bahasa Indonesia
Ridwan Lamide di Timika - Papua. Pertanyaan: Apa air ketuban tidak mewajibkan lagi shalat kalau sudah pecah bagi ibu hamil
Ketika Musa tidak mengabulkan permintaan seorang wanita tua karena dia melihat permintaannya berlebih-lebihan, dan apa yang dilakukannya tidak sepadan dengan agungnya permintaan, maka Allah mewahyukan kepadanya supaya mengkabulkan permintaannya. Apakah permintaan wanita tua tersebut sehingga Allah menyuruh Nabi Musa mengabulkannya
“Aku pernah berada di sisi sebuah masjid di India. Di sana terdapat seorang guru, yang mana apabila seusai mengajar mereka melaknat Ibnu Abdul Wahhab, yakni Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Apabila keluar masjid beliau melewatiku. Dan ia mengatakan: “Aku bisa berbahasa arab, akan tetapi aku ingin mendengarnya dari Orang Arab”
Muhammad bin Ali adalah salah satu dari dua belas imam yang diagungkan oleh kaum Syiah Imamiyah. Merekalah yang menyandingkan beliau dengan kema’suman (senantiasa terlindungi dari dosa). Sesungguhnya tidak ada kema’suman kecuali bagi malaikat dan Nabi-Nya
Di Zaman pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ketika dia menjadi khalifah, pemimpin kaum muslimin, dia pernah mengangkat seorang gubernur bernama Sa’id Ibnu Amir di sebuah kota yang bernama Hims.
Marilah kita mengambil pelajaran dari sebuah hadits yang memberikan petunjuk tentang apa yang sebaiknya dilakukan seorang ayah, istri, dan suami ketika terjadi konflik antara suami dan istri
Rasa cemburu merupakan salah satu pagar perlindungan bagi nilai-nilai keutamaan. Dengan melindunginya berarti kita akan melindungi masyarakat dari perzinahan dan penyimpangan-penyimpangan lainnya. Namun sangat disayangkan, para pendukung Permisifisme (aliran serba boleh) berusaha melemahkan atau bahkan menghapus sama sekali rasa cemburu tersebut dari dalam diri kaum muslimin
Barangkali usapan tangan yang dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya -dan sebelumnya dia sudah meniup tangan tersebut dengan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an- akan menimbulkan pengaruh yang baik di dalam diri suaminya dan menarik rasa cinta yang diharapkan tumbuh di antara sepasang suami istri
Di sini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan kebaikan kepada keluarga -yakni istri- sebagai standar kebaikan seseorang. Hal itu diperjelas di dalam hadits "Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya." (Hasan Shahih)
orang yang mencela waktu dengan keyakinan bahwa waktu itu yang membolak-balik/menjadikan urusan baik atau buruk. Maka hal ini termasuk syirik besar karena ia berkeyakinan bahwa ada pencipta selain Allah
terdapat hadits marfu' (yang di-rafa'-kan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) berkaitan dengan shalat Tasbih dan dihasankan oleh sebagian Ahlul 'ilm, akan tetapi banyak diantara para ulama yang men-dho'if-kan (melemahkan) hadits tersebut
Kaidah dalam Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah bahwa kesaksian bahwa seseorang itu akan masuk surga atau nereka merupakan perkara akidah, yang harus didasarkan kepada dalil-dalil kitab maupun sunnah, tidak boleh hanya berdasarkan akal saja
Apakah masalah-masalah yang boleh terjadi perbedaan pendapat? Dan apa permasalahan yang harus kita jauhi perselisihan di dalamnya?
Sambutan Ketua Umum WI, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. pada Pembukaan Pekan Donor Darah Nasional di Masjid Darul Hikmah. Hari Ahad, 24 Dzulhijjah 1432 H (20/11/2011)
Tabligh Akbar: Pengorbanan untuk Kejayaan, oleh Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA. di Masjid Darul Hikmah DPP Wahdah Islamiyah. Pada Hari Ahad, 24 Dzulhijjah 1432 H (20/11/2011)
Pengajian Umum: Belajar dari Dua Umar (part 2) Oleh Ustadz Akrama Hatta, Lc. Pada Hari Ahad, 25 Dzulqaidah 1432/ 23 Oktober 2011, di Masjid Wihdatul Ummah. Dilaksanakan oleh Departemen Dakwah dan Pendidikan DPC Wahdah Islamiyah Makassar
Pengajian Umum: Belajar dari Dua Umar (part 1) Oleh Ustadz Akrama Hatta, Lc. Pada Hari Ahad, 25 Dzulqaidah 1432/ 23 Oktober 2011, di Masjid Wihdatul Ummah. Dilaksanakan oleh Departemen Dakwah dan Pendidikan DPC Wahdah Islamiyah Makassar.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA. dalam acara Tabligh Akbar: “Persatuan Islam”. Merupakan rangkaian acara ‘Wahdah Days”, yang dilaksanakan oleh DPC Wahdah Islamiyah Yogyakarta pada hari Ahad 18 April 2010 Masjid Jogokaryan Jl.Jogokaryan No.36 Kota Yogyakarta